Terapkan 9 Aktivitas Ringan di Rumah untuk Mengasah Otak Kanan dan Kiri Anak Anda


Perkembangan otak anak memang seringkali dikaitkan dengan kecerdasan kognitif (pengetahuan). Padahal, cakupan perkembangan otak lebih kompleks karena menyangkut kecerdasan dalam mengendalikan emosi dan respon balik yang positif terhadap berbagai stimulan dari lingkungannya.

Ada empat aspek perlu diperhatikan terkait perkembangan otak, yaitu kemampuan anak memperhatikan atau berkonsentrasi, pengendalian impuls, daya ingat serta kemampuan perencanaan. Keempat aspek tersebut dapat dilatih dengan melakukan berbagai aktivitas ringan di rumah bersama Anda. Selain mengasah otak, kegiatan yang dapat dijadikan aktivitas harian ini juga dapat mempererat hubungan Anda dengannya.

1. Menggambar dan Mewarnai
Kegiatan ini pasti sudah tidak asing lagi sejak anak masuk Kober atau TK dan dapat pula dilakukan di rumah dengan santai, namun tetap berkonsentrasi. Semua anggota tubuh anak dilibatkan, seperti pikiran dan perasaan sehingga membuat mereka memahami bagaimana menggunakan kekuatan otak mereka saat melakukan aktivitas ini. Anda dapat sedikit mengarahkan tentang bentuk dan pewarnaannya.

2. Bercerita Kisah 25 Nabi dan Rasul
Bercerita (storytelling) ini ternyata lebih dari sekadar pengantar tidur. Kegiatan ini membuat anak terlatih untuk berkonsentrasi dan memberi respon terhadap apa yang Anda katakan. Selain itu, mendengarkan cerita juga dapat menstimulasi bagian otak tengah, berbeda dengan bagian otak yang terstimulasi ketika anak membaca buku bergambar (kanan) atau menghitung (kiri).

Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mengingat anak sekaligus memperdalam pengetahuannya tentang 25 Nabi dan Rasul. Kisah-kisah yang mengandung banyak hikmah untuk dijadikan contoh bagi anak di kehidupannya.

3. Menebak Bentuk
Kegiatan ini dimulai dengan Anda yang mengisi sebuah kantung kain atau plastik hitam dengan beberapa jenis mainan. Anda dapat memberikan tema dari mainan tersebut, misalnya buah, hewan, kendaraan, kue, dan sebagainya. Lalu minta anak menebak salah satu mainan di dalam kantung dengan cara merabanya.

Biarkan ia meraba dari luar kantung sambil memejamkan mata. Permainan ini mengasah daya ingat untuk menghubungkan informasi sensor anak dengan pengetahuannya terhadap bentuk tersebut.

4. Bermain Detektif
Tunjukkan sebuah benda pada anak, lalu sembunyikan benda tersebut. Beri clue (petunjuk) yang mengarah pada letak benda tersebut disembunyikan. Permainan interaktif ini membantu anak dalam mengasah kemampuan perencanaannya, dari petunjuk verbal dengan visual, serta menyesuaikan rencana mereka dengan bertambahnya informasi yang ia dapat dari petunjuk yang Anda berikan.

5. Memasak Bersama
Anak-anak sangat suka mengikuti orang dewasa yang akrab dengannya, terutama Anda. Saat Anda memasak, biasanya anak ikut-ikutan. Entah itu dengan mainannya atau meminta Anda untuk meminjamkan alat dapur. Nah, Anda bisa menciptakan kebersamaan sekaligus mengasah kemampuan perencanaan sekaligus konsentrasi dengan mengajaknya masak kue bersama.

6. Bermain Peran
Untuk anak yang sudah diperkenalkan animasi TV, memerankan karakter dari animasi yang ditontonnya tentu bukan hal yang aneh. Asalkan sesuai dengan proporsinya (sesuai untuk diperankan anak seusianya), kegiatan ini dapat melatih daya ingat anak dan berfikir fleksibel. Anak berlatih menyesuaikan dialog dengan keadaan dan plot yang berkembang. Contohnya bermain dokter dan pasien.

7. Game Mencocokkan
Game asah otak ini cocok untuk anak usia 3-7 tahun, yang mana pada usia tersebut, sang anak sedang aktif mengasah otak, terutama daya ingat dan konsentrasi. Salah satu jenis permainan game ini yakni memasangkan gambar-gambar dalam kotak tertutup, belajar angka, huruf, hingga huruf hijaiyah. Ada juga beberapa permainan yang melatih anak untuk mengenal makanan, buah, hewan, kendaraan, dan bangun datar.

8. Playland
Kegiatan ini tidak mengharuskan Anda pergi ke taman bermain atau outbond untuk bermain rintangan bersama anak. Anda dapat ‘menciptakan’ taman bermain menggunakan beberapa barang di rumah, seperti sofa, lemari, kursi, meja, dan sebagainya.

Permainan ini mengasah otak anak untuk berpikir kreatif dalam menghadapi rintangan yang berbeda-beda dalam usaha mencapai garis finish. Kegiatan ini juga dapat melatih anak dalam mengontrol gerak tubuh serta merencanakan pergerakan fisiknya.

9. Game Puzzle
Kegiatan menyusun ini merupakan salah satu game favorit anak-anak. Melalui permainan ini, imajinasi, kreativitas dan pengetahuan anak akan berkembang. Anak dilatih untuk menyusun kembali gambar yang telah dipecah menjadi beberapa potongan. Bermain puzzle dapat melatih daya ingat dan kontrol fisik untuk menyusun gambar dengan benar.

Kebersamaan Anda dengan anak akan lebih mampu meningkatkan kemampuannya dalam mengasah otak. Dengan Anda berada di sisinya, anak merasa aman dan terlindungi sehingga berani untuk menunjukkan eksistensi dirinya untuk belajar dan berkembang. Berbagai macam permainan mengasah otak lainnya dapat Anda temukan di laman parentingclub.co.id, sebuah laman yang concern menyoroti orang tua dan anak. 

0 komentar:

Posting Komentar

Beri komentar kalian Gan, demi kemajuan "Aneka Kuliner".